top of page

Membuka Jalan Menuju Kesuksesan: Roadmap Transformasi Digital yang Esensial bagi Perusahaan Menengah hingga Besar

  • Gambar penulis: Marketing WCS
    Marketing WCS
  • 4 hari yang lalu
  • 3 menit membaca

Transformasi digital merupakan perjalanan krusial bagi perusahaan menengah hingga besar agar tetap kompetitif dan efisien. Namun, banyak perusahaan tersandung sejak tahap awal karena memandang transformasi hanya sebagai serangkaian proyek yang terpisah, bukan sebagai satu strategi yang terpadu. Pendekatan seperti ini sering berujung pada pemborosan sumber daya, tim yang frustrasi, serta peluang bisnis yang terlewatkan. Kunci keberhasilan transformasi digital terletak pada roadmap yang jelas dan bertahap, yang menyelaraskan teknologi dengan tujuan bisnis—dimulai dari fondasi yang kokoh pada sistem inti seperti ERP.


Transformasi Digital
Digital transformation roadmap

Mengapa Banyak Perusahaan Gagal di Tahap Awal Transformasi Digital

Tahap awal transformasi digital merupakan fase di mana banyak perusahaan menghadapi tantangan terbesar. Beberapa jebakan yang paling sering terjadi antara lain:


  • Kurangnya visi yang jelas: Perusahaan kerap langsung mengadopsi teknologi tanpa terlebih dahulu mendefinisikan seperti apa keberhasilan yang ingin dicapai.

  • Inisiatif yang terfragmentasi: Menjalankan banyak proyek secara terpisah menciptakan silo, menghasilkan proses dan output yang tidak konsisten.

  • Mengabaikan kesiapan organisasi: Meremehkan pentingnya manajemen perubahan dan pelatihan karyawan dapat memperlambat laju transformasi.

  • Mengabaikan sistem fondasi: Melewatkan pembaruan atau integrasi sistem inti seperti ERP justru memicu inefisiensi di kemudian hari.


Sebagai contoh, sebuah perusahaan manufaktur pernah mengimplementasikan portal pelanggan baru tanpa mengintegrasikannya dengan sistem ERP. Akibatnya, proses pemesanan menjadi lebih lambat dan rentan kesalahan. Ketidaksinkronan ini menimbulkan frustrasi, baik di sisi pelanggan maupun karyawan internal.


Pentingnya Roadmap yang Terpadu, Bukan Proyek-Proyek yang Terpisah

Roadmap transformasi digital memberikan kerangka terstruktur yang menghubungkan setiap inisiatif dengan strategi bisnis secara menyeluruh. Dengan roadmap yang jelas, perusahaan dapat:


  • Menentukan prioritas investasi: Memfokuskan anggaran dan sumber daya pada inisiatif yang memberikan nilai terbesar terlebih dahulu.

  • Mengelola risiko secara lebih efektif: Mengidentifikasi ketergantungan antar inisiatif serta potensi hambatan sejak awal.

  • Menyelaraskan seluruh tim: Memastikan setiap departemen bergerak menuju tujuan yang sama.

  • Mengukur kemajuan dengan jelas: Menetapkan milestone yang terukur dan memantau hasil secara transparan.


Alih-alih menjalankan proyek-proyek yang berdiri sendiri, perusahaan sebaiknya memandang transformasi digital sebagai sebuah perjalanan bertahap. Pendekatan ini membantu mengurangi upaya yang sia-sia sekaligus membangun momentum, karena setiap fase menghadirkan peningkatan yang nyata.


ERP sebagai Fondasi Proses Keuangan dan Operasional

Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan tulang punggung bagi banyak perusahaan menengah hingga besar. ERP mengintegrasikan fungsi keuangan, rantai pasok, manufaktur, serta sumber daya manusia ke dalam satu platform terpadu. Menjadikan ERP sebagai fondasi transformasi digital memberikan sejumlah keunggulan utama, antara lain:


  • Konsistensi data: Satu sistem terpadu memastikan data yang akurat dan real-time di seluruh departemen.

  • Otomatisasi proses: ERP mengotomatisasi aktivitas rutin, sehingga tim dapat lebih fokus pada pekerjaan bernilai tambah.

  • Skalabilitas: Solusi ERP modern dirancang untuk berkembang seiring pertumbuhan bisnis, termasuk ekspansi ke pasar dan produk baru.

  • Pengambilan keputusan yang lebih baik: Akses ke data yang komprehensif memungkinkan perencanaan dan proyeksi yang lebih akurat.


Sebagai contoh, pelanggan WCS Abysena di sebuah perusahaan ritel yang melakukan upgrade sistem ERP berhasil menurunkan biaya persediaan hingga 20% melalui peningkatan akurasi peramalan permintaan dan otomatisasi proses replenishment.


Transformasi Digital

Peran Advisory sebelum Implementasi Teknologi

Sebelum memilih atau mengimplementasikan teknologi, perusahaan akan memperoleh manfaat besar dari layanan advisory yang berfokus pada evaluasi kapabilitas saat ini serta perumusan kebutuhan bisnis secara jelas. Peran advisory membantu perusahaan melalui beberapa hal berikut:


  • Evaluasi sistem yang ada: Mengidentifikasi kesenjangan, keterbatasan, serta kebutuhan integrasi antar sistem.

  • Pemetaan proses bisnis: Memahami alur kerja secara menyeluruh agar solusi teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata bisnis.

  • Penetapan tujuan yang realistis: Menyelaraskan pilihan teknologi dengan hasil yang dapat dicapai secara bertahap dan terukur.

  • Perencanaan manajemen perubahan: Mempersiapkan perusahaan Anda dari sisi adopsi, komunikasi, hingga pelatihan karyawan.


Fase advisory ini berperan penting dalam mengurangi risiko kesalahan yang mahal sekaligus memastikan bahwa investasi teknologi benar-benar mendukung tujuan bisnis jangka panjang.


Transformasi Digital

Contoh Pendekatan Bertahap untuk Perusahaan Menengah hingga Besar

Pendekatan bertahap memecah transformasi digital menjadi tahapan yang lebih terkelola dan realistis untuk dijalankan. Berikut contoh roadmap transformasi digital bagi perusahaan menengah hingga besar:


Fase 1: Assessment dan Perencanaan

  • Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada, termasuk ERP dan EAM (Enterprise Asset Management).

  • Menetapkan tujuan bisnis serta key performance indicators (KPI) yang jelas.

  • Menyusun roadmap transformasi digital secara detail dan terarah.


Fase 2: Penguatan Fondasi

  • Melakukan upgrade atau implementasi ERP sebagai sistem inti untuk keuangan dan operasional.

  • Mengintegrasikan EAM untuk pengelolaan aset dan aktivitas pemeliharaan.

  • Memulai pelatihan karyawan terkait sistem dan proses baru.


Fase 3: Otomatisasi dan Integrasi Proses

  • Mengotomatisasi proses-proses utama seperti procurement, invoicing, dan manajemen persediaan.

  • Mengintegrasikan OneHCM atau solusi human capital management sejenis untuk menyederhanakan pengelolaan tenaga kerja.

  • Menetapkan standar tata kelola data dan pelaporan.


Fase 4: Analitik Lanjutan dan Optimasi

  • Mengimplementasikan tools analitik untuk memperoleh insight dari data yang telah terintegrasi.

  • Mengoptimalkan rantai pasok dan perencanaan produksi dengan data real-time.

  • Memantau kinerja secara berkelanjutan dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.


Fase 5: Inovasi dan Ekspansi

  • Mengeksplorasi teknologi baru seperti IoT atau AI untuk meningkatkan efisiensi dan kapabilitas operasional.

  • Memperluas kapabilitas digital ke unit bisnis atau pasar baru.

  • Membangun budaya continuous improvement di seluruh organisasi.


Pendekatan bertahap ini memungkinkan perusahaan membangun fondasi yang kuat sebelum melangkah ke inisiatif yang lebih kompleks. Dengan demikian, risiko dapat ditekan dan peluang keberhasilan transformasi digital menjadi jauh lebih besar.


bottom of page